Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

03 Mei 2011

Aplikasi Tipuan "siapa lihat profil facebook"

Pernahkah anda ketika sedang berseluncur di facebook tiba tiba muncul jendela chat dari seorang teman untuk meng-klik sebuah alamat link yg kira-kira seperti “cara mengetahui siapa saja yg melihat profil facebookmu???” nah bisa jadi teman kita itu termasuk salah satu korban yg tertipu oleh aplikasi tersebut.
 

 “Jika anda termasuk korbannya, maka secara otomatis anda akan mengirimkan pesan chat facebook keseluruh kontak daftar teman anda.” Ujar analisis antivirus dari Vaksincom, Alfons Tanujaya.
 

Menurut perusahaan antivirus Vaksincom, terdapat ratusan ribu pengguna facebook yg menjadi korban aksi tersebut. Agar lebih meyakinkankan sang korban, aplikasi jahat ini mengirimkan tulisan di profil si korban seolah-olah menunjukkan siapa saja teman si korban yg telah atau sering melihat profil tersebut.
 

“padahal sebenarnya aplikasi itu tidak ada dan data posting yg ditampilkan adalah data bohongan yg mengambil data kontak profil dan menampilkan angka jumlah ‘views’ secara acak,” sebut Alfons.
 

Aksi itu dilakukan pelaku dengan mengatasnamakan sebuah kelompok yg bernama “Jempolers Indonesia”. Menurut pantauan Vaksincom, sebanyak 750.000 pengguna facebook dari Indonesia menjadi korban aksi itu hanya dalam waktu 3 hari saja.
 

Jadi, berhati-hatilah dengan aplikasi yg mengaku-ngaku bisa melihat siapa saja yg mengintip profilmu di facebook. Aplikasi tipuan ini mengincar pengguna facebook tanah air.

Baca selengkapnya - Aplikasi Tipuan "siapa lihat profil facebook"

28 April 2011

Facebook Menambahkan Fungsi "Send"

Facebook kembali menghadirkan pembaruan di situsnya. Raksasa jejaring sosial ini baru saja menambahkan fungsi 'Send' yang kian memudahkan pengguna berbagi informasi.

Fungsi baru yang ditambahkan Facebook ini merupakan pengembangan dari fitur 'Group'. Tombol Send dapat digunakan untuk membagi informasi langsung pada orang yang dituju. 
"Send" sebetulnya mirip dengan tombol "Like". Saat diklik, sebuah jendela muncul yang memungkinkan kita mengirimkan artikel atau halaman ke jaringan teman, grup, atau alamat email.


Misalnya, ketika ingin mengajak berlibur teman-teman terdekat, atau saat menemukan artikel menarik yang hanya ingin dibagi dengan rekan sekantor, Anda tinggal memasukkan Group, inbox atau wall teman-teman yang dituju dan mengklik tombol Send.  

Pengguna bisa menambahkan pesan dan mengirimkan halaman itu ke inboxteman atau "wall" sebuah "Group". Tombol "Send" didesain untuk memudahkan pengguna berbagi konten dengan grup tertutup," kata Austin Haugen, Product Manager Facebook kepada Mashable. Haugen mengutip sebuah tren di Facebook akhir-akhir ini, yaitu pengguna mengirimkan situs jual-beli ke "Group".

Tentang tombol "Send" itu, lebih dari 50 situs internet telah memakainya, termasuk Gilt Groupe, 1-800-Flowers, The Wall Street Journal, Orbitz, Last.fm, The Huffington Post, People.com, dan Washington Post. Kode untuk tombol "Send" kini tersedia di situs pengembang Facebook. Sebagaimana "Like", kita hanya memasukkan sedikit kode supaya tombol itu muncul di halaman situs.

Fungsi baru ini sekaligus juga akan menjadi teman tombol 'Like' yang genap berusia satu tahun dan dipasang oleh lebih dari 10 ribu website setiap minggunya.

Sama seperti 'Like', 'Send' fokus memudahkan pengguna berbagi secara privat (
private sharing) ketimbang public sharing. Menariknya, karena Send juga mencakup kemampuan berbagi artikel lewat email, maka fungsi 'email to a friend' yang umumnya tertera pada jutaan website mungkin perlahan akan tergantikan.


sumber :
- www.detik.com
- www.tempointeraktif.com
Baca selengkapnya - Facebook Menambahkan Fungsi "Send"

Selamatkan Data Pribadi Anda di Friendster!

VIVAnews - Bila Anda merupakan pengguna jejaring sosial sejak lama sebelum kemunculan Facebook, pasti Anda tahu situs pertemanan Friendster.
Friendster adalah salah satu jejaring sosial yang sangat populer walaupun akhirnya kalah pamor dengan kehadiran Facebook yang datang belakangan. 
Nah, bagi Anda yang punya banyak kenangan di Friendster, baik itu foto-foto lama, artikel-artikel blog, pesan-pesan lawas, dan lain-lainnya, sebaiknya Anda mulai memindahkannya ke tempat yang aman sejak sekarang.
Friendster telah menyurati anggota-anggotanya, juga mengumumkan secara resmi di laman mereka bahwa Friendster tengah melakukan perubahan yang signifikan terhadap situs mereka pada beberapa pekan ke depan. 
Kendati akun Friendster Anda akan tetap bisa diakses dengan password lama Anda, namun, akan banyak data lama Anda yang tak akan terangkut ke situs baru mereka nanti, mencakup foto, pesan, komentar, kesaksian (testimonial), teriakan (shoutout), blog, forum serta group-group yang Anda ikuti
Oleh karenanya, Friendster memberi waktu kepada para anggotanya untuk menyelamatkan data-data mereka sebelum 31 Mei 2011. Seperti dilansir oleh situs ComputerWorld, Friendster juga telah menyediakan sebuah aplikasi eksportir untuk memindahkan data-data itu ke jejaring sosial lainnya.
Ke depan, Friendster sendiri menjanjikan fitur-fitur baru yang akan membantu penggunanya bersosialisasi dan terkoneksi dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.
"Situs baru kami didesain untuk menciptakan profil baru yang memudahkan orang terhubung dengan orang lain secara berbeda dengan jejaring sosial lain," Friendster menjanjikan.
Antara lain, di Friendster, anggotanya akan bisa bermain game dan mendengarkan musik sambil saling terhubung dengan rekan-rekannya. "Pada dasarnya, situs baru ini akan melengkapi kehadiran online Anda di jejaring sosial yang lain," kata Friendster. (umi)

• VIVAnews
Baca selengkapnya - Selamatkan Data Pribadi Anda di Friendster!

Kegilaan Kolonel Khadafi



VIVAnews-Muammar Khadafi adalah seorang kolonel tanpa urat takut.  Pada 1969, di usia muda, dengan nyali yang menyala, dia menjungkalkan tahta raja Libya, satu kudeta yang berhasil, dan membalikkan gerak sejarah negeri itu.
Dia tampil sebagai revolusioner nekad, meski kerap juga ngawur. Kini, setelah 41 tahun berkuasa, Khadafi tak juga gentar. Dia tahu, hari-hari ini di sekujur tanah Arab para tiran terancam terguling oleh pergolakan rakyat.
Tapi Khadafi yang lama menjadi antagonis--dia rajin berkelahi dengan tetangganya sesama bangsa Arab, kini seperti hendak menegaskan kembali wataknya yang keras kepala.
Berdiam di tenda, dia pernah menyambut gencarnya bom Amerika Serikat pada 1986,  dengan tenang. Barangkali, itu sebabnya, ketika demonstrasi kian hebat menuntut dia mundur, Khadafi melihat gerak protes tak bersenjata itu seperti sebuah ancaman militer. Warga sipil Libya, yang menuntut perubahan itu, dihajarnya dengan jet tempur.
Kini, tanpa rasa bersalah, pemimpin bernama lengkap Muammar Muhammad al-Khadafi itu nekad menembaki rakyat sendiri.
Konflik di Libya, kata banyak pengamat, tak akan terjadi bila tak ada pergolakan di Tunisia dan Mesir. Dua tetangga mengapit Libya itu berhasil menjungkalkan rezim yang kelewat lama berkuasa di negeri mereka. Revolusi adalah gagasan yang menular, dan momen itu dimanfaatkan oposisi di Libya melawan rezim Khadafi.[Lihat infografik kronologi pergolakan Libya: Orang-orang Khadafi]
"Kemarin Ben Ali [Tunisia], hari ini Mubarak [Mesir]. Selanjutnya harus Khadafi," ujar seorang pemrotes di Kota Benghazi, tak lama setelah mendengar pengumuman Presiden Mesir, Hosni Mubarak, berhasil dipaksa mundur pada 11 Februari lalu.
Tapi Khadafi adalah kolonel yang hanya mendengar dirinya sendiri. "Mereka main keras, saya juga main keras. Saya akan bertahan hingga tetes darah terakhir" ujar Khadafi seperti dikutip kantor berita Associated Press.
Dia lalu menuding siapa saja yang menyebar kebencian atas dirinya, mulai dari negara-negara Barat pimpinan Amerika Serikat hingga jaringan teroris al-Qaidah. Pekan lalu, dia seperti meracau, mengatakan semua rakyat Libya mencintai dia. Washington pun menilai Khadafi "melantur". Tak ada kata lain bagi Khadafi, kata Gedung Putih, selain dari turun dari kekuasaan.
Korban jiwa pun berjatuhan di Libya. Menurut Duta Besar Libya untuk PBB, Ali Suleiman Aujali, lebih dari 2.000 orang tewas dalam dua pekan terakhir. Warga yang melawan itu tumbang diberondong peluru tajam oleh milisi pro-Khadafi, yang kebanyakan adalah tentara bayaran dari Chad.
Khadafi akrab dengan kekerasan. Begitu meraih kekuasaan, dia bertahan selama 40 tahun lebih, dengan cara brutal. Tak heran, bila dia kini memakai segala cara, mulai dari menyewa milisi bayaran, hingga memberikan sogokan akan menaikkan gaji pegawai negeri sebesar 150 persen, dan memberi santunan tunai bagi keluarga yang loyal.
Mungkin karena berpengalaman menghadapi kudeta dalam negeri, Khadafi tak takut ancaman dari negara Barat, yang menyerang Libya dengan operasi militer. Dia pernah mengalaminya pada 1986, saat rumahnya dihajar bom oleh jet tempur Amerika. Banyak pengikutnya, termasuk anak angkatnya, tewas. Tapi Khadafi lolos dari maut. Dia terus melawan.
Seorang diplomat Libya, bekas penerjemah Khadafi yang kini mengajar di AS, Abubakar Saad, juga menyarankan cara keras, bila dia tetap tak bisa diajak kompromi. "Bila ada pemimpin tak mau berkompromi, atau bahkan tak mau duduk, dan berdialog, satu-satunya alternatif adalah menyingkirkan dia, membunuhnya mengakhiri situasi ini," kata Saad seperti dikutip Voice of America.
Di gurun pasir
Khadafi besar dalam angin padang pasir yang keras. Dia lahir di suatu tenda Badui, di gurun pasir dekat Kota Sirt, pada 1942. Dia berasal dari suku kecil turunan Berber Arab, yaitu Khadafa.
Tumbuh saat dunia Arab sedang bergolak, Khadafi tampaknya menyerap semua konflik itu ke jagad kecilnya. Di Palestina, konflik berlarat-larat setelah Yahudi membentuk negara Israel pada 1948. Dia juga larut dalam gelora nasionalisme Arab, yang diteriakkan pemimpin Mesir Gammal Abdul Nasser, pada 1952.
Bersekolah di madrasah setempat, Khadafi kecil telah menaruh minat besar pada sejarah. Selesai menjalani pendidikan lanjut, Khadafi terjun ke dunia militer. Di Libya pada saat itu, menjadi tentara adalah peluang emas memperbaiki taraf hidup bagi keluarga kurang mampu. Itu sebabnya, masuk militer adalah pilihan bagi  anak-anak muda miskin seperti Khadafi.
Pada 1961, Khadafi masuk ke akademi militer. Dia lulus lima tahun kemudian. Dianggap punya prospek cemerlang, Khadafi terpilih ikut pendidikan militer lanjutan selama beberapa bulan di Akademi Militer Inggris, Sandhurst. Dia pun menerima pelatihan militer di Athena, Yunani.
Sebagai perwira muda, Khadafi malu melihat negara Arab, yaitu Mesir, Suriah, dan Yordania, kalah perang dengan Israel di tiga front pada 1967. Dia kian geram, karena Raja Idris I dari Libya, hanya berpangku tangan melihat sesama bangsa Arab dipermalukan Israel dalam Perang Enam Hari.
Khadafi lalu bertekad menggulingkan Raja Idris. 
Peluang itu tiba pada 1 September 1969. Saat itu, Raja Idris sedang ke Yunani untuk berobat. Muncul kabar, karena sering sakit-sakitan, Raja Idris akan lengser.  Dia menyerahkan kekuasaan kepada keponakannya, yang menjadi putra mahkota, Sayyid Hasan ar-Rida al-Mahdi as-Sanusi, atau Hasan as-Sanusi.
Tanggal penyerahaan tahta dari Raja Idris kepada Pangeran Hassan berlangsung pada 2 September 1969. Sehari sebelum ritual penyerahan tahta, saat Idris masih di luar negeri, Khadafi bergerak. Dia mengumumkan di radio, Libya berada di tangan Dewan Revolusi yang akan menyelamatkan negara dari kekosongan kekuasaan.
Junta militer pimpinan Khadafi lalu menangkap kepala staf militer dan kepala keamanan, yang setia dengan Raja Idris. Sang Raja terhenyak. Dia tak bisa lagi pulang, hingga wafat di Mesir pada 1983.
Stasiun berita BBC menceritakan bagaimana Khadafi, perwira 27 tahun namun telah berpangkat kolonel, secara cemerlang melakukan kudeta tak berdarah. "Kudeta itu hanya memuntahkan beberapa peluru," tulis BBC.
Nasib calon raja yang batal, Hasan as-Sanusi lebih buruk. Dia menjadi tahanan rumah, dan sempat dipenjara selama tiga tahun pada 1971. Hasan dan keluarga diusir dari rumah mereka pada 1984.
Hasan harus menggelandang di pantai, hingga diserang stroke. Khadafi mengizinkannya berobat ke London, Inggris. Hasan pun  meninggal di sana. Dia dikuburkan di sebelah makam Raja Idris, di Madinah, Arab Saudi. 
Kitab Hijau
Setelah menyingkirkan kekuatan lama, pada  awal berkuasa, rezim Khadafi melakukan perubahan besar. Kerajaan Libya dibubarkan. Dia lalu membentuk Republik Sosialis Arab, dengan nama resmi Republik Rakyat Sosialis Agung Jamahiriya Arab Libya.
Bendera nasional pun diganti, dari gabungan warna merah, hitam, dan hijau, dengan lambang bintang dan bulan sabit di tengah-tengah, menjadi warna hijau polos. 
Khadafi pun tak menyatakan diri sebagai presiden atau raja.  Dia menabalkan dirinya seorang “brother leader”, dan sang pemandu revolusi. Dia sempat menjabat perdana menteri selama 1970-1972. Sebagai pemimpin belia, Khadafi menunjukkan kepada bangsa Arab, perubahan radikal sedang bergerak di Libya.
Sistem pemerintahan Libya dirombak. Menurut kajian Library of Congress pada 1987 berjudul "Government and Politics of Libya", Libya dipimpin dua pilar utama, yang disebut dengan sektor.
Salah satu pilar, yaitu "Sektor Revolusioner," terdiri dari Khadafi sebagai pemimpin Revolusi, Komite Revolusi, dan Dewan Komando Revolusi, yang beranggotakan 12 orang. Mereka inilah inti kekuasaan di Libya karena para komite dan dewan tidak dipilih, melainkan ditunjuk, serta tak ada masa bakti.
Pilar lain adalah “Sektor Jamahiriyah”, adalah Kongres Rakyat mewakili 1.500 wilayah, dan 32 anggota Kongres Rakyat Sha'biyat. Mereka dilihat sebagai lembaga legislatif. Para anggotanya dipilih setiap empat tahun.
Sejak 1972, rezim Khadafi melarang partai politik. Media massa nasional pun dibelenggu agar tidak "menyesatkan" rakyat dengan pemberitaan kritis kepada pemerintah. Seperti Mao Zedong di China pada 1960an, Khadafi pada 1975 menerbitkan buku panduan ideologi bagi pejabat dan rakyat Libya. Dia menyebutkan sebagai "Kitab Hijau" (Green Book).
Terbit dalam bahasa Arab, Kitab Hijau menjabarkan tiga paham dasar, yaitu "Demokrasi berdasarkan Kekuasaan Rakyat," "Ekonomi Sosialisme" dan "Teori Internasional Ketiga." Paham itu lalu menjadi panduan bagi sistem demokrasi ala Khadafi, sekaligus panduan politik luar negeri Libya yang mengundang kontroversi.
“Kitab Hijau” menolak demokrasi liberal ala Barat, dan mendorong sistem demokrasi langsung berdasarkan pembentukan komite-komite rakyat. Belakangan, sistem ini dikritik sebagai cara Khadafi mengamankan kepentingannya di balik jargon memberdayakan rakyat Libya. [Baca juga artikel Harta di Balik Jubah Sang Kolonel]
Sikap anti Barat-nya kental. Dia menjadi sponsor gerakan anti imperialisme dan zionisme. Pada dekade 70an hingga 90an, Libya bahkan menjadi kawah pelatihan bagi kelompok radikal seperti Brigade Merah dari Jepang, "September Hitam" dari Palestina, MILF dari Filipina, dan IRA dari Irlandia Utara.
Mimpinya tentang Arab bersatu dipengaruhi gagasan Nasser. Khadafi berniat meneruskan Pan Arabisme yang dirintis presiden pertama Mesir itu. Maka, dua tahun setelah Nasser wafat pada 18 September 1970, Khadafi menggagas pendirian "Federasi Republik-republik Arab," meliputi Libya, Mesir, dan Suriah. Tapi ide itu gagal. Dia mencoba lagi pada 1972, dengan menggandeng Tunisia, tapi usaha itu kempis.
Ironisnya, gagasan itu berlawanan dengan tabiatnya yang suka berkelahi dengan tetangga. Misalnya, pada 1969, tak lama setelah dia berkuasa, Libya berperang dengan Chad. Menurut Gérard Prunier, penulis buku Darfur: a 21st century genocide, alasannya saat itu tak masuk akal: gara-gara presiden Chad saat itu seorang Kristen, dan berkulit hitam. Perang Libya-Chad berakhir pada 1994, melalui keputusan Mahkamah Pengadilan Internasional.
Selain itu, Libya pun sempat baku tembak dengan Mesir selama beberapa hari pada 1977. Soalnya, Khadafi kesal dengan manuver Presiden Mesir saat itu, Anwar Sadat, yang berdamai dengan Israel, setelah keduanya terlibat Perang pada Oktober 1973.
Khadafi memang anti-Israel. Dia bahkan jengkel dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pimpinan Yasser Arrafat. Pada 1995, Khadafi mengusir 30.000 warga Palestina dari Libya, setelah setahun sebelumnya PLO menggelar kesepakatan damai dengan Israel.
Khadafi juga berang dengan Mesir, karena melindungi dua perwira Libya pelaku rencana kudeta atas dirinya pada 1975. Konflik Libya-Mesir yang berlangsung empat hari akhirnya berakhir, setelah ditengahi oleh Aljazair.
Dengan politik yang keras seperti itu Libya di bawah Khadafi akhirnya menjadi sorotan. Dia dibenci Barat karena mensponsori kelompok teroris. Dia dicap menjadi rezim berbahaya, karena diketahui mengembangkan senjata penghancur massal untuk menandingi musuhnya di Barat.
Maka, tak heran Presiden AS, Ronald Reagan, menjuluki dia sebagai "anjing gila", yang membuat Reagan menghujani Tripoli dan Benghazi dengan serangan bom pada 14 April 1986. Serangan itu terjadi setelah agen-agen Libya diketahui meledakkan suatu klab malam di Berlin, Jerman, pada 5 April 1986. Insiden itu membunuh tiga orang, dan melukai 229 lainnya - lebih dari 50 orang diantaranya tentara Amerika.
Dua tahun kemudian, terjadi tragedi peledakkan atas pesawat Pan American yang terbang di langit Lockerbie, Skotlandia. Ratusan penumpang dan awak pesawat tewas. Agen Libya dituduh terlibat dalam aksi keji itu. Setelah sempat menyangkal, rezim Khadafi belakangan menerima tanggungjawab tragedi di Lockerbie, dan bersedia membayar uang duka kepada keluarga semua korban.
Menjadi jinak
Menurut catatan harian Telegraph, Tragedi Lockerbie tampaknya "petualangan terakhir" Khadafi dalam terorisme internasional. Pada dekade 1990-an, Libya mulai rujuk dengan Barat. Dia rupanya tak tahan hidup, terisolasi, dan banyak musuh, baik dari Barat maupun Arab.
Puncaknya pada 2003, saat Khadafi melucuti semua senjata penghancur massal milik Libya. Sejak saat itu, hubungan Libya membaik, termasuk dengan AS. Bahkan semasa George W. Bush berkuasa, pada 2006 AS mengumumkan Libya tak lagi masuk daftar negara berbahaya. Proyek dan invetasi asing pun mulai mengalir kembali ke Libya.
Hingga Februari 2011, sebenarnya tak ada lagi berita sensasional tentang Khadafi, dan rezimnya. Dia sepertinya tak mau cari gara-gara dengan dunia luar. Khadafi bahkan sesekali diundang ke Barat, dan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 2009.
Dia juga menyambangi Perdana Menteri Silvio Berlusconi di Italia pada 2010.
Khadafi pun akrab dengan mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair. Dia dikabarkan tak lagi tertarik pada nasionalisme Arab - setelah beberapa kali gagal mewujudkan persatuan Arab. Kini, perhatiannya pada solidarisme sesama negara Afrika. Itu sebabnya, sejumlah pemimpin Afrika mengangkat Khadafi sebagai Ketua Uni Afrika periode 2009-2010.
Nyentrik, tapi kejam
Khadafi kini berusia 68 tahun, dan kian nyentrik. Dia, misalnya, tinggal di tenda setiap kali berkunjung ke luar negeri, dan senang dikelilingi banyak perempuan.  Khadafi lebih suka dikawal pasukan khusus perempuan.
Pada satu lawatan ke Italia beberapa tahun lalu, Khadafi menjamu ratusan perempuan setempat. Dia membujuk mereka menjadi mualaf. Laman spesialis pembocor rahasia diplomatik AS, WikiLeaks, juga mengungkapkan Khadafi punya perawat perempuan asal Ukraina, bertubuh seksi, dan berambut pirang.
Wartawati senior BBC, Katie Adie, selalu teringat sifat nyentrik Khadafi. Saat bertemu untuk wawancara di Tripoli pada 1984, Khadafi memberi Adie dua buah buku, dan satu ucapan. "Buku pertama adalah Kitab Hijau, dan kedua adalah Kitab Suci Al Quran. Setelah itu, dia berucap kepada saya, 'Selamat Natal'," kata Adie seperti ditulisnya di harian The Guardian.  
Bagi aktivis di Libya, seperti Mohammed al-Abdalla, Khadafi adalah diktator yang brutal. "Era 70-an, saat menghadapi gerakan mahasiswa, Khadafi terang-terangan menggantung para mahasiswa, yang berdemonstrasi di alun-alun Tripoli dan Benghazi," ujar al-Abdalla, sekrektaris jenderal Front Nasional untuk Keselamatan Libya, seperti dikutip stasiun berita Al Jazeera.
"Dia melakukan eksekusi, yang mungkin paling brutal pernah kami saksikan, atas 1.200 tahanan di penjara Abu Salim. Mereka sudah dipenjara, lalu dieksekusi dalam waktu kurang dari tiga jam," kata al-Abdalla.
Kini, si kolonel tanpa urat takut, dan kadang ngawur itu, kembali tampil brutal. Sejak 15 Februari lalu, dia menghabisi rakyat yang kini menentangnya. Akankah dia mendengar teriakan rakyat Libya itu?
Satu bekas menterinya yang membelot,  Abdul Fattah Younis al Abidi, mengatakan Khadafi adalah pemimpin 'keras kepala'.  Abidi mengenal Khadafi sejak 1964. Dia yakin, sang kolonel akan bertindak ekstrim. "Dia akan memilih bunuh diri, atau dibunuh," kata Abidi. (CNN, Al Jazeera, AP, The Guardian | np)
• VIVAnews
Baca selengkapnya - Kegilaan Kolonel Khadafi

06 April 2011

Suicide Mission For All Citizens to Save Japan

A row of sad messages sent a worker Nuclear Power Plant (NPP) Fukushima Daiichi to his family. The message reads: "We're running a suicide mission. We accept this fate like receiving a death sentence. "
The message is one of the last condition recording Japanese volunteers who are now struggling to save some of the land of the Rising Sun from the threat of nuclear radiation. They worked day and night to cool the remaining nuclear reactors for a nuclear disaster is feared did not happen.
The message was like reminding citizens of the world in hundreds of Japanese kamikaze pilots who are willing to die by crashing their fighter planes into Allied warships during World War II.
The earthquake and tsunami that struck Japan last week, triggering a new disaster. Nuclear reactor in Fukushima exploded and sent radiation into the surrounding dust. This is a real threat for the whole country.
Amid fears that gripped it, a handful of volunteers who joined in Fukushima 50, fought hard to limit the spread of the disaster. However, rescue efforts could mean suicide, because they work in the middle of the reactor was unstable.
Radiation levels at nuclear center is already past the limit of tolerance and can kill the workers or causing illness in some time to come. Special clothes they wear in the Fukushima Daiichi not functioning optimally to prevent contamination.
Although called Fukhusima 50, in fact this group member 200. They work in four shifts to cool the reactor it. They chose to live, after 700 of their colleagues chose to go as high radiation levels increase.
Their identity was not disclosed in detail, but it is believed, Fukhusima 50 consists of front-line technicians and firefighters who knew very well the condition of NPP.
It is believed also, their age and have offspring. Younger employees were excluded because radiation can make them sterile.
The New York Times revealed that workers are the last group which is maintained at the plant. In the midst of darkness, their flashlight to move capital only. They should monitor the latest developments, such as hydrogen explosion that has occurred many times while looking for a way for nuclear power plants did not join the core device destroyed. Because, if that happens, a fatal result. Radioactive material can be spread on a large scale.
Thus, within two days, they struggled to pump hundreds of gallons of sea water every minute into the reactor to prevent lumernya damaged reactor components.
One member of the Fukushima 50 admitted receiving destiny. "It's like receiving a death sentence," he said.
Other workers have even said goodbye to his wife. "Continue your life well. I can not get at home while, "he said.
The messages are broadcast to the public moving through the Japanese national television. Some members of their families participate were interviewed over the "fate" that must be waged by these volunteers. "My father still works at the NPP. He claimed to accept his destiny, like the death penalty, "said one volunteer family.
One woman even said, her husband chose to be at the Fukushima nuclear power plant, realizing his body has been exposed to high levels of radiation.
Family of other volunteers, said the 59-year-old father volunteered himself in Fukushima Daiichi. "I heard he became a volunteer, and a half years he retired. I continued to cry. At home, it seems he is not a figure that can handle the big task. But today, I was really proud of him. I continue to pray for his safe return, "he said.
Another girl said, "I never saw my mother cry so great."
Through Twitter, she reveals her feelings, "The people at Fukushima nuclear power plant struggled and sacrificed himself to protect you all. Daddy, please come back safely. "
Among Fukushima 50, five people are known to have been killed, two missing and 21 others wounded.
Michiko Otsuki, claimed to have been working in the reactor Fukushma 2, when the tsunami hit. This woman wrote her story on the internet which is then translated The Straits Times.
"When the tsunami alarm rang at three o'clock, we do not know where we were going. We immediately fix the reactor right at this seafront and has been damaged by the tsunami. In desperation we tried to fix. Although tired and hungry, we force ourselves to work. Many of us who do not communicate with his family, but instead have to face this situation and work hard, "he said.
Physicist, Dr. Michio Kaku, said on ABC, the situation worsened last few days. "We're talking about workers who are in the reactor, which is likely to be a suicide mission. and we may have to 'abandon ship', "he said.
Michael Friedlander, who worked in nuclear power plants in the U.S. added, these workers are likely to eat like an army rations and drinking cold water to survive. "His condition is very cold, dark and you will seek to avoid contamination during meal time," said Friedlander. (Surya.co.id / roabaca.com)
Baca selengkapnya - Suicide Mission For All Citizens to Save Japan

Recent Khadafi and Libya. Public attacks on the verge of Door If U.S. Intervention

UN Security Council consisting of 15 countries (5 members and 10 Fixed non-permanent members) has decided unanimously to set Moamar Gaddafi as a war criminal because they have accidentally killed by his own people en masse through the power directly or indirectly.
In accordance with the provisions of the International Court of a person charged has committed a crime and the International kiriminal been clearly stated in the International Crimes Act which became the task of the International Court, there are 28 species that enter the category hierarchy of international crimes, one of which is the No.1. Military Agesi; genocide No.2, No.3. Violation of human rights crimes; No.4. Crimes that occur in war ....; No.28. Giving Bribes in a Foreign Country.
In the constellation of the Revolution in Libya where the legitimate president Moamar Khadafi menggunakankan strength in crude and sadistic been fishing the outside world including the International Mahakamah which is actually a himpunanan allied countries in the hegemony stick to their own interests under U.S. control.
Determination of Gaddafi as a war criminal and human rights violation not only discredit Gaddafi and loyal followers but also to raise morale and confidence of the demonstrators, opisisi and troops against the Government. As a result in the escalation of fighting in the Libyan memiiliki 11 Porvinsi, now the fifth province is still in control of the rebel stronghold, including Benghazi where Gaddafi was born.
On the other hand, Gaddafi accused of committing war crimes and human rights is also done on herself and asset freezes on behalf of 6 (six) of his family. All Asset Rp.6 trillion plus worth of securities Rp.2 trillion (total Rp.8 T) is prevented to be brought out of Libya by any means and methods. Not to mention the assets that Gaddafi has been frozen in various world countries are also in the seizure of the International Court of U.S. $ .32 billion.
Mental, character and vision of the revolutionary and the principle of no other Gaddafi in the world, has made him develop a deep-rooted network to the joints of the deepest in tatantan life and state throughout the nation of Libya. What may make, he chose to be iron-handed dictator to show their status and dominance.
As a result, not once Gaddafi faces international pressure, even when Ronald Reagan became U.S. president, he and his country into a month-monthly U.S. air attacks due to not willing to give suspects the U.S. bombing of the Pan-Am flight 103 over Ireland, known as event Lockerbie on December 21, 1988.
Not Gaddafi name if not good at diplomacy, after a long and weary struggle, Libyan relations with the West tide turns and finally before the onset of the revolution-Libya-Libyan relations with the West is actually in better condition.
But why the West did not want to see Libya's Gaddafi to lead again? The answer is two, namely: the first is the indication of Libya maintains al-Qaeda network in the east as far as 1500 km from Tripoli, precisely in the plateau region, which borders Libya, Chad country.
The second reason is to regulate the availability of oil in the Middle East, which has been invited to Libya, including not to compromise in setting world oil prices, so the momentum was used by the West to set the "naughty boy" is.
Is Gaddafi down its moral view of this fact? Sure enough they say, Gaddafi is Gaddafi. There is only one Gaddafi in this world. He was born to be a militant. He muzzle King Idris -1 throne holder and status monorkie Libya last, died at the hands of Gaddafi at the same time change the political map and state development policy into the State Union of Socialist Libyan (Jamahiriya).
Now in a very precarious position when it Khadafi and loyal troops managed to penetrate the shrine of Defense. Based on CNN report dated March 5, 2011 (12:15 pm GMT) reduce their coverage with the headline "Libyan rebels claim victory in Zawiya, gain control 0f RasLanuf."

Strategic city which is only 48 km from Tripoli was originally a symbol of resistance of opisisi and the rebel forces are now entirely controlled by forces loyal to Gaddafi. This position directly integrate Tripoli to Tunisia and sea border Miditerania.
In addition, President Obama with a firm showing the position and attitude to the Libyan government by saying that the U.S. marines who had arrived in Libyan waters will immediately act to protect the people of Libya from the treatment of iron fist and tyranny Gaddafi. Sebanakayk 1200 Marines will do the opening attack to send ground troops and imposed flight ban over Libya on Libyan air force.
Facing this pressure, kecutkah Khadafi? it did not. In fact, Gaddafi said in a speech (2 / 3) that if U.S. forces dared to intervene in his country there is great bloodshed if the U.S. intervened. This is not civil war, says Gaddafi.
Saif al-Islam, one of Gaddafi's son who became a spokesman for Gaddafi's government told CNN reporter Nick Robertson (4 / 3) that this issue is not a problem of civil war but the seizure of power by the opposition and the military rebels, so the U.S. and Western countries is less precise legitimizes Gaddafi (his father) as a war criminal.
Now estimated as many as 6000 people have been killed in the Libyan crisis. Are the U.S. and its allies through legetimasi UN Security Council will intervene? If the U.S. intervened to what purpose and whether it can reduce the loss of life or further increase the loss of life? What U.S. motives and allies who joined in the UN Security Council go directly to Libya, simply performing their duties as ruler of the world (hegemonisme) or to control the oil?
Many factors and political reasons contained in it. Similarly, why Gaddafi took the hard line to maintain their identity despite any reason given to him by the international world. We do not know what and how stories are mistrius this country .. Bertahankah, hancurkah Iraq or become part of the two?
Greetings Kompasiana
abang geutanyo
Baca selengkapnya - Recent Khadafi and Libya. Public attacks on the verge of Door If U.S. Intervention

posting populer

Arsip Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP