25 Februari 2011

NURDIN HALID HARUS MUNDUR



Nurdin Halid (lahir di Watampone, Sulawesi Selatan, Indonesia, 17 November 1958; adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia adalah Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dan pernah menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golkar pada tahun 1999—2004.

Pada 16 Juli 2004, dia ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Ia kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng. Hampir setahun kemudian pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Putusan ini lalu dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007 yang memvonis Nurdin dua tahun penjara. Ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, namun dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan (BAP) perkaranya cacat hukum. Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. baca selengkapnya klik disini!

Dalam bedah buku "Dosa-Dosa" Nurdin Halid karangan Erwiyantoro di Gedung Galangpress Center, Jl.Mawar Tengah 72, Baciro, Yogyakarta. Yang dihadiri oleh Zainal Arifin Muchtar (Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM), FX Hady Rudyatmo (Ketua Persis Solo – Wakil Walikota Solo), Jeremias Lemek (pengacara senior), dan Erwiyantoro sendiri. Menurut Zainal, setidaknya ada tujuh faktor yang membuat posisi Nurdin sulit digoyang. Ketujuh faktor tersebut terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal.

"Ada empat faktor internal. Pertama, dia mampu mengonsolidasikan kekuasaan. Ini ribet dilawan. Dia bercokol di partai besar, Golkar. Dia eks anggota DPR, dia punya jaringan yang luas," urai Zainal.

"Kedua, Nurdin pintar memainkan ritme politik. Saat Kongres Sepakbola Nasional (KSN) digelar, dia dengan pintarnya membawa sentimen Partai Demokrat versus Golkar. Seolah-olah Demokrat ingin mengganggu Golkar."

"Ketiga, dia punya kekuasaan politik. Banyak petinggi partai yang menetek pada Nurdin."

"Keempat, Nurdin menerjemahkan perintah 'Robin Hood' menjadi 'Sinterklas'."

Sementara untuk faktor eksternal, Zainal menjabarkan ada tiga faktor.

"Pertama, statuta FIFA. Statuta FIFA melarang negara campur tangan. Banyak negara diskorsing gara-gara ini," sambungnya.

"Kedua, penegakan hukum yang lemah. Saat Nurdin dipenjara dan dia bilang akan memimpin dari penjara, ini 'kan aneh. Bagaimana orang bisa memimpin dari penjara, padahal di penjara penuh keterbatasan."

"Ketiga, kepemimpinan negara yang memang lemah. Presiden kita tidak punya nyali untuk menurunkan Nurdin," tutupnya.

Caci maki dan hujatan publik terhadap Nurdin Halid untuk mundur begitu dahsyat, namun kenapa dianya kok malah biasa saja?!
Yang jelas, seorang pemimpin yg sudah tidak memiliki wibawa dimata masyarakat, apa lagi telah dicap sebagai biang kerok atas prestasi yg tak memuaskan, sudah seharusnya mundur atau dimundurkan. itu adalah hukum alam atas sebuah kepemimpinan.

sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Nurdin_Halid
http://www.detiksport.com/read/2011/02/16/172112/1572294/76/tujuh-faktor-nurdin-halid-sulit-diturunkan
http://www.youtube.com/watch?v=EsXFKr6FkrA

2 komentar:

puspa 6:07 PM, Maret 09, 2011  

yang penting sepakbola kita bisa berprestasi..terserah siapa yg menjadi ketua PSSI

slometo 12:27 AM, Maret 12, 2011  

asal bukan org yg tercantum diatas aj udahlah... :-o

Posting Komentar

About

Foto saya

This is a channel that specifically show you how to play Clash Of Clans who is good and exciting. Review of how to 3 stars attack, offensive or defensive strategy that is very powerful. every week there will always be some new videos so do not forget to subscribe to my youtube channel yeah! enjoy ...

posting populer

Arsip Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP